Kapal Patroli Korpolairud Baharkam Polri Berhasil Tangkap 5 Kapal Illegal Fishing Asal Vietnam

Image
Monday, 11 September 2017 | 16:15:36 WIB 828

Direktorat Polisi Perairan Korpolairud Baharkam Polri berhasil menangkap lima kapal asing asal Vietnam yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

Pada Jumat (08-09-2017) sekira pukul 06.39 WIB, Kapal Patroli (KP) Bisma 8001, milik Dit Polair, melakukan patroli air di wilayah perbatasan pada koordinat 06° 02′ 268″ LU – 106° 00′ 876″ BT dan 06° 02′ 207″ LU – 106° 00′ 621″ BT Laut Natuna Utara. Saat itu, petugas menemukan dua kapal asing berbendera Vietnam sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Kedua kapal tersebut masing masing adalah Kapal Ikan Asing (KIA) BV 92303 TS dinakhodai Tran Son dan 2 ABK seluruhnya warga negara Vietnam dan KIA BV 92403 TS dinakhodai Tran Mai dan 9 ABK juga seluruhnya WN Vietnam.

KIA tersebut tertangkaptangan sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan jaring secara bersama-sama. Setelah diadakan pemeriksaaan, kedua kapal tidak dapat menunjukkan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari Pemerintah RI. Sehingga keduanya diduga telah melanggar Pasal 93 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Petugas pun kemudian mengamankan kapal, nakhoda, ABK, serta barang bukti terkait lainnya. Kemudian petugas mengawal kapal-kapal tersebut ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna, melakukan interogasi awal, membuat Laporan Polisi, dan melakukan serah terima perkara, tersangka, dan barangbukti kepada penyidik PPNS PSDKP Natuna.

Sementara, di Pos 06° 15′ 387″ LU – 106° 12′ 972″ BT Perairan Laut China Selatan, KP Antasena 7006, yang bertugas di Polda Kepulauan Riau dan Polda Kalimantan Barat, berhasil menangkap tiga KIA asal Vietnam.

Ketiganya masing-masing adalah KIA BV 92589 TS, GT 100, nakhoda Le Van Khoi, muatan ikan campuran sekitar 1 ton, jumlah ABK 9 orang, barang bukti lain yang diamankan berupa 1 bendel dokumen kapal dan 1 Bendera Merah Putih; KIA BV 0657 TS, GT 80, nakhoda Phan Ming Tuan, muatan ikan campuran
sekitar 1 ton, jumlah ABK 8 orang; dan KIA BV 0332 TS, GT 60, nakhoda Tpuong Van Loi, muatan kapal penarik, jumlah ABK 3 orang.

Saat melaksanakan patroli, KP Antasena 7006 mendeteksi melalui Automatic Identification System (AIS) adanya tiga KIA yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ketiga kapal tersebut adalah 2 KIA berbendera Vietnam dan 1 berbendera Indonesia, berlayar dari Vietnam menuju daerah penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia dan tidak disertai dengan dokumen yang sah.

Ketiga kapal tersebut diduga telah melanggar Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) UU RI No 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Koordinator Satwas PSDKP Natuna guna proses lebih lanjut.

Saat dikonformasi, Dir Polair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs Lotharia Latief, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan patroli perairan guna mencegah eksplorasi laut Indonesia oleh para pelaku illegal fishing.

“Kita akan terus tingkatkan patroli dan pengamanan wilayah laut NKRI dan menjaga kekayaannya untuk bangsa dan negara. Untuk tindak lanjut, kita tetap koordinasi dan sinergi dengan TNI AL dan Kementrian KKP,” tegas Brigjen Pol Lotharia Latief saat dihubungi tribratanews.com, Minggu (10-09-2017).

[np/AKP Bambang AS]


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Sumatra Barat
Post
Riau
Post
Lampung
Post
Lampung

Penggunaan BOS di sekolah

3 bulan yang lalu 756
Post
Lampung
Post
Lampung
Post
Nasional
Post
Riau
Post
Internasional
Post
Riau