Surau TV

Banner

Saat Hujan Deras, Dua Warga Pekanbaru Tewas Kesetrum

Image
Tuesday, 02 May 2017 | 16:05:16 WIB


Cuaca ekstrim hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang mengguyur Pekanbaru pada Senin (01/05/17) sore hingga malam ternyata tak hanya menyebabkan sejumlah ruas jalan banjir. Tapi juga ikut merenggut dua nyawa sekaligus dalam sehari. 

Kejadian itu menimpa Ermawati (56) warga Jalan Dagang Gg Murni, RT03/RW07 Kecamatan Sukajadi dan Azwar Antoni (41) warga Jalan Cipta Karya Gg Lele Jumbo, RT03/RW01, Kecamatan Tampan. Kedua korban tersebut tewas seketika akibat kesetrum saat hujan masih turun dengan derasnya. 

Menurut Kapolsek Sukajadi, Komisaris Polisi Hermawi, peristiwa tewasnya kedua korban itu sendiri terjadi di dua lokasi berbeda namun sama-sama berada di wilayah Kecamatan Sukajadi. Dimana sekitar pukul 19.00 WIB malam, Ermawati meninggal dunia karena kesetrum saat memegang tiang listrik yang berada persis di depan rumahnya. Nyawanya pun tak tertolong ketika dalam perjalanan menuju RS Eriabunda. 

"Pas kejadian itu hujan masih lebat. Tetangga korban sempat berupaya menolong. Tapi dalam perjalanan ke RS, korban meninggal dunia," katanya kepada riauterkini.com. 

Sementara di lokasi terpisah, sambungnya, sekitar pukul 19.45 WIB, Azwar Antoni juga bernasib naas karena tewas kesetrum aliran listrik. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit ini meregang nyawa usai tersengat listrik kabel PLN yang putus ketika melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Putri Nilam, Kecamatan Sukajadi. Diduga kabel listrik yang putus tersebut bersentuhan langsung dengan genangan air yang berada disekitar TKP sehingga aliran listriknya langsung menyetrum korban. 

"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban ditemukan sudah meninggal dunia di TKP dengan posisi terlentang masih mengenakan helm di samping sepeda motornya. Di TKP (Jalan Putri Nilam), ketinggian genangan air mencapai 30 cm," sebutnya. 

Pasca kematian kedua korban tersebut, pihaknya pun langsung menghubungi PLN untuk memutuskan aliran listrik sementara waktu di sekitar kedua lokasi kejadian. 

"Kedua belah pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, sehingga jasad masing-masing korban juga langsung kita serahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah kedua korban. Mereka murni tewas karena kesetrum," tutupnya.(riauterkini)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...