Surau TV

Banner

Ratusan Perusahaan di Batam Nunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan

Image
Thursday, 06 April 2017 | 03:50:08 WIB


Sebanyak 400 perusahaan diwilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Sekupang menunggak pembayaran kepesertaan sejak beberapa bulan terakhir. 

Kabid Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Sekupang Andi Widya Leksana alasan perusahaan tersebut beragam diantaranya berhenti beroperasi di Batam, dan sengaja tidak membayarkan sehingga BPJS Ketenagakerjaan melimpahkan berkas perusahaan tersebut ke Jaksa dan KPKNL Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang untuk dihitung aset yang bisa disita oleh negara. 

"Selama perusahaan tersebut tidak bubar namun menunggak, masih bisa kita cover jika terjadi resiko jadi ditangguhkan dulu nanti kita klaim ke perusahaannya. Yang paling banyak itu galangan kapal diwilayah Batu Aji dan Sagulung, mereka rata-rata membandel dan tidak mau membayarkan tapi kita sudah kerjasama dengan kejaksaam dan KPKNL berkas-berkas mereka kita limpahkan kesana," jelas Andi kepada RRI di Batam, Selasa (4/04/2017). 

Andi melanjutkan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan dan KPKNL, BPJS ketenagakerjaan sudah melakukan audiensi dengan memberikan Surat Peringatan pertama hingah ke tiga rentang waktu satu bulan, dari 400 perusahaan diwilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Sekupang sudah 24 perusahaan yang dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan, dan 17 perusahaan sudah membayarkan, 9 perusahaan diserahkan kepada KPKNL dan sisanya dalam proses penanganan. 

Sementara itu, di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan cabang Nagoya, perusahaan yang tidak patuh membayarkan BPJS Ketenagakerjaan, ada 12 perusahaan diserahkan ke KPKNL, 50 perusahaan dilimpahkan ke kejaksaan, dan 3 perusahaan akan dilakukan kunjungan bersama dengan kemenaker RI karena belum mendaftarkan jaminan pensiun karyawannya. Tindakan ketidakpatuhan ratusan perusahaan ini sudah doatur dalam UU No. 24 Tahun 2011, pasal 55 dengan denda Rp. 1 Miliar dan sanksi pidana kurungan 8 tahun penjara.  (rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...