Surau TV

Banner

Keroyok Dua Warga, Lima Oknum Polisi dari Polda Kepri Ditahan

Image
Thursday, 16 March 2017 | 08:55:13 WIB


BATAM -Penegakan hukum tidak pandang bulu. Hal itu ditunjukkan oleh Polresta Barelang.

Lima dari enam oknum polisi yang melakukan pengeroyokan di dekat Sekolah Mondial, Batam, 11 Maret lalu, ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka yang berdinas di Mapolda Kepri itu pun kini sudah ditahan.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika bahwa kasus tersebut bermula dari laporan yang diterima di Polsek Bengkong yang kemudian ditendiaklanjuti oleh Polresta Barelang.

"Ada dua orang korban yang mengaku dikeroyok sekelompok orang. Setelah olah TKP dan dikumpulkan alat bukti, pelakunya oknum anggota Polri. Dari keterangan saksi-saksi, disimpulkan, para pelaku ini oknum polisi yang bertugas Polda Kepri. Ada enam orang, lima sudah ditetapkan sebagai tersangka. Satu lagi belum bisa dikonfirmasi karena masih melaksanakan tugas," tutur Helmy tanpa menyebut nama-nama anggota polisi tersebut.

Selain menetapkan lima orang sebagai tersangka, pihaknya pun masih mendalami motif pengeroyokan tersebut.

Mengingat peristiwa tersebut terjadi pada dini hari, dan korban pun mengendarai kendaraan roda empat.

Sementara para pelaku menggunakan sepeda motor.

"Kejadian kan antara pukul 02.00 sampai 03.00 dini hari. Korban ini di TKP mengendarai roda empat, pelaku naik roda dua. Kita mau dalami dulu, apakah murni pengeroyokan spontan atau sebelumnya memang sudah ada masalah antara kedua pihak ini," ucapnya.

Selain ditahan, oknum polisi yang bertugas di Direktorat Shabara Polda Kepri itupun akan ditindak secara disiplin dan kode etik Polri.

"Mereka tidak pakai pakaian dinas waktu itu. Baju menjadi barang bukti petunjuk, begitu juga hasil visum terhadap korban juga sudah kita dapatkan. Selain melanggar pasal 170 KUHP, secara internal kasus ini juga sudah kita koordinasikan dengan propam Polda Kepri untuk bisa ditangani secara disiplin dan kode etik," katanya.(sumber tribunnews)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...